Tuesday, July 15, 2008

err 99 pada canon eos 350 d


Err 99 adalah penyakit yang banyak dijumpai pada merk Canon (maaf tidak bermaksud membandingkan dengan merk sebelah). Hal ini terjadi pada Canon EOS 300 D, 350 D, 20 D, untuk EOS 400 D dan 450 D belum dijumpai adanya kasus ini. Kebetulan kamera kantor pake EOS 350 D. Menurut para user yang sudah pernah mengalami, ini disebabkan oleh tidak serasinya lensa dengan body, jadi inti masalah terjadi pada lensa bawaan. Ada juga yang mengatakan bahwa kasus ini terjadi ketika pemakaian sudah melampaui 20.000 jepretan.

Pertama kali mengalami err 99, saya tidak tahu penyakit apa itu, yg terlihat hanya tulisan err 99 di LCD. Toh ketika saya matikan dan dihidupkan lagi kamera berfungsi kembali. Kejadian kembali muncul saat saya memakai kamera ini, berbagai trik-trik bodoh saya coba, mulai dari merestart, mencopot CF, mencopot baterai, hingga menghapus settingan. Tetapi penyakit itu selalu muncul dan muncul mengganggu kehidupan sayaaa!!! lhoooo???? kaya' sudah berumah tangga saja!!

Seperti kejadian saat mendokumentasikan Biennale Jogja di JNM (Jogja National Museum) dan TBY (Taman Budaya Yogyakarta). Banyak moment bagus terjadi disitu yah..karena ada karya dari Mas Yanto Prospect. Tapi apa boleh buat kamera tidak mau diajak kompromi, asem tenan kok!!!

Akhirnya saya service dan bawa camera ini ke dokternya di Central jln. Solo, dengan berbekal uang 75 ribu si penyakit itu hilang juga dr camera tercinta!

no brandwar!!! canon ato nikon sama saja!! tergantung pemakainya!


iseng - iseng beli buku

Gara-gara gak dapet majalah concept, iseng2 muter sok sibuk buka-buka + baca buku. Mulai dari area majalah, sastra, dan akhirnya sampai juga di rak khusus galang press, wowwww....ternyata ada bukunya Pak Budiman Hakim yang kedua setelah "Lanturan tapi Relevan". Hahahaha..untuk bukunya yg pertama saya cm minjem siy dr temen saya, dan seperti biasa saya menyukai tulisan2 Pak Budiman ini. Covernya cukup simple tp tetap menggugah saya untuk membacanya. Lumayan cukup lama saya membaca akhirnya capek juga dhengkul saya ini! huffff......kenapa tidak membelinya, membaca seraya minum kopi saja y???? bodoh saya ini...

Budiman hakim mengajak pembaca masuk ke obrolan periklanan, namanya juga ngobrol astilah enteng dan mudah dipahami oleh pembaca. Tulisannya sangat enteng, tp tetap berbobot lho...Membaca Pengantar Obrolannya saja saja sudah cengar-cengir sendiri. Ternyata yg ditulis Budiman Hakim pada pengantar itu cocok dengan saya dan kehidupan di kampus bahwasanya saya gak suka baca yang notabenenya saya adalah anak sastra!! hahahahaha...perlu diketahui Pak Budiman ini juga alumni sastra. Temen-temen kuliah saya juga banyak yg kurang suka membaca, ahh..parah ternyata anak sekarang ini!!! Tapi memang begitu adanya kenyataan. Mau gimana lagi???

Dari bab per bab saya mulai menikmati buku ini...namanya obrolan ya pasti ringan donggg....walaupun bab yg akhir sudah mulai seriuusssss...wuih puyeng juga nampaknya!!!

wokeee...selamat buat Pak Budiman yang telah berhasil mengajak saya mengetahui sedikit tentang dunia periklanan lewat tulisannya!!!

Monday, July 14, 2008


mubstrace


prospectadforce | globalwarming
propaganda#8

prospectadforce | globalwarming
propaganda#7

prospectadforce | globalwarming
propaganda#6


prospectadforce | globalwarming
propaganda#5